Hallo Healovers,
Perpustakaan biasanya identik
dengan konsep yang serius dan terlihat begitu menoton. Sebenarnya, perkembangan
konsep perpustakaan pada zaman sekarang ini sudah dapat dikatakan cukup modern
dan dapat menyesuaikan juga dengan masyarakat saat ini. Beberapa perpustakaan
pun sudah menyusung konsep modern. Konsep dari perpustakaan saat ini menerapkan
perancangan dari desain interior yang memberikan unsur keindahan dari
aspek-aspek tertentu. Desain interior itu sendiri memiliki makna keterampilan
dalam melakukan perancangan di ruangan. Hal ini, bertujuan untuk menciptakan
suasana yang dapat memberikan kesan nyaman saat berada di perpustakaan dengan
menyediakan fasilitas-fasilitas yang memiliki keterkaitan dengan elemen
keindahan.
Konsep untuk perpustakaan di taman kanak-kanak akan berbeda dengan perpustakaan perguruan tinggi. Penerapan untuk perpustakaan yang ramah untuk anak-anak juga dirasa penting agar anak-anak merasa nyaman berada di perpustakaan serta memiliki ketertarikan untuk dapat membaca. Desain interior yang digunakan harus mempertimbangkan dengan fungsi ruang, suasana, elemen ruang, perabotan perpustakaan, pencahayaan, warna, serta sirkulasi udara juga harus diperhatikan mengingat perpustakaan ini akan digunakan untuk anak-anak. Selain itu, harus memperhatikan program kegiatan yang baik untuk anak-anak ikuti. Berikut desain interior yang cocok digunakan untuk perpustakaan taman kanak-kanak, antara lain:
1. Ruangan
Ruangan perpustakaan harus dibuat nyaman dan merasa leluasa untuk beraktivitas. Dari aspek tinggi ruangan perpustakaan juga harus diperhatikan agar tidak memiliki kesan sumpek karena aktivitas anak-anak yang terkesan aktif dan sedikit susah untuk diatur, sehingga ada kesan nyaman dan puas pada anak-anak yang berada di ruangan perpustakaan.
2. Perabotan dan Aksesoris Perpustakaan
Pemilihan perabotan untuk perpustakaan harus memerhatikan aspek keamanan, kenyamanan, serta menggunakan perabotan dengan unsur warna yang ceria, seperti warna kuning, hijau, merah, biru, merah muda, dsb. Perabotan yang digunakan, yaitu kursi, meja diskusi, rak buku, karpet, dan bahan koleksi yang sesuai dan menarik untuk anak-anak salah satunya buku cerita. Selain perabotan, ada aspek pendukung, yaitu aksesoris. Aksesoris yang dapat digunakan untuk menunjang kenyamanan pemustakanya, seperti proyektor, komputer, alat tulis, lampu gantung yang lucu, menggunakan kursi beanbag yang menimbulkan kesan santai, serta hiasan-hiasan berbentuk hewan, bunga-bunga, atau apapun yang menarik untuk anak-anak.
3. Sistem Pencahayaan
Sistem pencahayaan yang ada di perpustakaan terdapat faktor alami dan buatan. Sistem pencahayaan alami didapat dari cahaya matahari tentunya, yang masuk melalui kaca. Sementara itu, penggunaan cahaya buatan menggunakan lampu
Pemilihan warna yang harus digunakan pada perabotan serta fasilitas untuk perpustakaan taman kanak-kanak adalah warna-warna yang cerah yang dapat membangkitkan emosi kea rah yang positif, semangat, dan keceriaan. Namun, perlu memperhatikan kesan yang nyaman dan harmonis. Warna juga memiliki kekuatan simbolis dan kognitif yang mempengaruhi pembelajaran, cara memproses informasi, serta reaksi psikologi anak. Warna cerah memberikan kesan yang semangat. Biasanya menggunakan warna merah yang dianggap memiliki kesan yang ceria serta warna paling menarik di mata. Kemudian, dapat juga menggunakan warna biru yang memberikan kesan positif. Warna kuning menggambarkan keceriaan serta memberikan kesan hangat seperti matahari. Selain itu, warna hijau sebagai warna pelengkap untuk keasrian dari suatu ruangan yang tidak terdapat tanaman asli.
5. Sirkulasi Udara
Sirkulasi udara diperlukan untuk pengaturan, pembersihan, serta pergantian udara kotor. Sirkulasi udara dilakukan di dalam ruangan melalui pintu, jendela, atau perbedaan tekanan udara. Namun, terdapat alat yang membantu proses pergantian udara, yaitu AC. Tidak hanya mengatur pergantian udara saja, AC juga mengatur kelembaban ruangan, penyaring udara dari debu, dan polusi udara luar.
Adapula program dan kegiatan kreatif yang dapat diikuti oleh anak-anak, diantaranya:
a. Program berapa banyak buku yang dibaca dan diselenggarakan setiap bulannya.
b. Storytelling, yang dapat dilakukan semenarik mungkin dengan menggunakan properti, seperti kostum, diorama, boneka tangan, dsb.
c. Menonton film bersama. Film yang dipilih harus sesuai dengan umur anak-anak, menarik, dan film yang menjadi favorit. Misal, menayangkan film kartun yang mengandung unsur pengetahuan yang mendukung proses pembelajaran anak dan dapat dipraktikan langsung melalui gerakan atau tarian.
Kegiatan ini dulu sering saya lakukan pas TK setiap hari Kamis. Ada satu film yang bagus buat belajar dan masih saya ingat, tapi judul filmnya lupa heheheh😁
d. Membuat buku catatan menggunakan kertas HVS berwarna sebagai catatan tentang kegiatan yang dilakukan, menceritakan buku yang sudah dibaca, atau menulis apapun yang digemari anak-anak. Hal ini dapat membangun minat kunjung, serta minat baca anak sejak dini.
Saya ingin sedikit bercerita, dulu pas TK diajarin buat buku diary kecil gitu dan dipajang di perpustakaan. Sudah banyak isinya yang saya tulis dari menceritakan isi buku yang baru saya baca sampai menceritakan kegiatan yang saya senangi pada hari itu.
e. Membantu menghias perpustakaan, yang membuat perpustakaan tidak terkesan membosankan.
f. Mengadakan games yang dapat menarik minat pemustaka untuk datang berkunjung. Ini menjadi suatu penantian yang ditunggu oleh anak-anak.
Semoga artikel ini dapat membantu kalian untuk menciptakan kesan perpustakaan anak-anak yang comfy sekaligus mendidik yaaa teman-teman Healovers… Thank you and have a nice day😃

0 Komentar